Trending Video



Judul:AHY & SBY DI MATA ROCKY GERUNG
Durasi:00:09:20
Dilihat:132,186x
Diterbitkan:04 Juli 2018
Sumber:Youtube
Suka Ini ?:

BACA DESKRIPSI DI BAWAH, AGAR BUDAYA MEMBACA TIDAK DIKALAHKAN OLEH TUNTUAN VISUAL:

Seperti pada episode sebelumnya, dibahas banyak Ketum Parpol berlomba cari perhatian dan jadi sorotan masyarakat dengan merangkap dalam gaung Jokowi.
Pada episode kali ini, Alfito secara khusus menanyakan perihal aktor muda parpol yang namanya mencuat namun masih dalam bayang-bayang dinasti partai. Seperti AHY dan TG Zainul Majdi di demokrat, Jokowi di PDIP, dls.
Contoh yang diambil oleh Alfito adalah AHY.
Menanggapi ini, Rocky Gerung melihat ada kemajuan dalam penguasaan konsep yang tercermin dari cara Agus Harimurti Yudhoyono saat pidato politik. Talenta yang dibangun AHY, menurut Bung Rocky mulai memberi kecemasan lebih pada kalangan elit. Seorang pemuda yang kendati lahir dari rahim kekuasaan namun membuktikan bahwa dia bisa merakit kecerdasan secara otentik-otonom. Berbeda dengan tokoh lain yang juga memiliki keterikatan darah secara biologis, Puan Maharani atau Puti Guntur, misalnya, Bung Rocky menilai mereka berdua masih belum terlihat kredibilitas IQ-nya dibandingkan sosok AHY. Agus Harimurti sudah selangkah lebih maju dalam mengambil resiko untuk bertarung di tingkat gagasan. Kendati banyak yang mengklaimnya hanya seorang aktor politik di bawah skenario ayahnya sebagai sutradara, tapi Rocky Gerung mencatat ada perbedaan konsep berpikir dari keduanya. Sehingga AHY bisa memainkan peran tanpa bayang-bayang lebih dari dinasti ayahnya.

Bung Silih melihat Agus AHY mirip dengan Anies Baswedan. Keduanya belum punya ruang memadai untuk menunjukkan kapabilitas jatidirinya sebagai leadership. Tapi menurut Bung Silih, yang perlu diingat dari AHY adalah track recordnya. Seperti prestasi AHY di dunia militer, seorang family-man, dst. Dinasti Partai di belakangnya, menurut Bung Silih bisa dianggap sebuah kekuatann diri AHY di masa depan. Pertanyaannya, apakah mau diinvestasikan di 2019 atau 2024. Kapan saja Agus bisa meneriakkan suaranya. Tapi jalan terjal yang AHY tentunya agak berat. Satu peran yang menjadi substitusinya adalah Gatot Nurmantyo. Begitu Gatot maju di 2019, sorotan pada AHY selesai. Kecuali Gatot Nurmantyo menjadi pesaing Jokowi dan AHY masuk di bawah petahana. Tapi jika Jokowi punya calon pendamping, AHY harus banting setir untuk mencari cara yang lebih berbeda.

Acep Iwan Saidi membaca AHY ketika kalah di panggung DKI dan menyatakan kelegowoannya. Dari gesturnya yang jujur, menurut Kang Acep AHY pantas dinilai sebagai anak muda yang bertalenta dan dewasa dalam kepribadiannya. Kendati bursanya masih lama dan ini justru jadi tabungan tersendiri bagi Agus.
Namun yang disayangkan oleh Kang Acep dari background AHY adalah ayahnya. SBY, kata Kang Acep tidak jarang belum bisa mengontrol rem untuk anaknya. SBY selalu ada di manapun AHY bergerak. Acep tegaskan pada SBY untuk memerdekakan AHY dari bayang-bayangnya. Biarkan dia bertarung secara jantan sebagai anak laki-laki yang terus belajar dan mengasah potensi.

Video ini disadur dari AFD NOW - CNN INDONESIA, program yang presenteri oleh Alfito Deannova Gintings, Jurnalis Senior CNN INDONESIA.
-------------------------
like - comment - subscribe channel ini - & share videonya!

BAGIKAN KE TEMAN ANDA


loading...